Advertlets

Khamis, November 12, 2009

Semuanya 'jatuh' diatas batu jemala Wenger - Fletcher

Semalam punya berita. Lepas Man U kalah dengan Chelsea.

‘We are starting to see Mr Wenger’s comments starting to influence referees, which is a shame really,’ said Fletcher


Si Fletcher kaki tidak bersakti untuk menekel Ashley Cole, menyalahkan komen Wenger, pak tua nun jauh di Utara London sebagai punca pengadil memberi sepakan percuma terhadapnya. Sepakan percuma yang menghasilkan gol tunggal perlawanan. Sila amati komen pak tua Wenger dibawah pada bulan September yang lepas yang Fletcher maksudkan.

"There are other points [than diving]that, for me, are more urgent – players who play only to make fouls and who are never punished; players who make repeated fouls and who get out of the game without a yellow card. That, for me, is more anti-football than a player who did what Eduardo did." Wenger was asked to clarify whether he meant Fletcher and laughed, replying with mock surprise: "Why do you say the name?" Fletcher had given away six free-kicks, twice as many as any of his team-mates, but was not one of the three United players to get a yellow card.

Adakah Pak tua Wenger yang menyebut nama Fletcher? Atau wartawan yang cuba menyumbat nama Flecther ke dalam mulut Pak tua Wenger? Tapi Fletcher terang-terang bermaksudkan Wenger menyebut namanya.

Kenapa Fletcher terasa? Aku rasa di UK tak ada pepatah 'siapa makan cili, dia yang terasa pedas'. Mungkin Fletcher ada mengambil jurusan sastera bahasa Melayu sebelum belajar bermain bolasepak. Tapi cili pon mungkin susah nak jumpa dalam menu makanan seperti kentang dan ikan.

Pendapat wartawan sukan sendiri untuk insiden yang dimaksudkan Pak tua Wenger.

They should have had a penalty when Darren Fletcher knocked Arshavin over like a skittle without reaching the ball, only for Dean to wave play on.

Kesimpulan, Fletcher adalah sama macam Scholes. Kaki mereka tiada sakti dalam urusan merampas bola orang secara tekel bergelungsur. Bola entah di mana, kaki orang yang dilibas. Syabas, Pak Alex. Pengganti pengutip kad kuning dan kad merah terbanyak Scholes sudah ditemui.

Untuk Pak Alex, aku terhibur melihat reaksi dan gelagatnya bersama setiap pengadil ke-empat untuk semua perlawanan mereka musim ini. Terkinja-kinja. Hihihih.

Apakah persamaan antara Ngog, Rooney, Drogba dan Eduardo? Ok, itu cerita lain kali. Hihihi.

2 ulasan:

Juan Nazlan berkata...

hehehehe.. uncle alex main psikologi ja season ni.. team dah kurang kuat. key player tadak.. harap2 januari nanti ada la sinar baru..

amANI berkata...

^Juan^

Pak Alex musim ni menonjol sikit, dia la, team dia memang tak bersinar dah. Hahah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...